FF : JKT48 Love Book Gaby

"Selamat pagi, murid kelas A!" sapa pak guru.
"Pagi pak!" jawab seluruh siswa siswi disitu.
"Kita kedatangan murid hasil pertukaran pelajar dari Surabaya. Silahkan masuk"
Lalu aku masuk ke kelas 2A yang katanya kumpulan anak berprestasi dari angkatan itu.
"Salam kenal. Aku Gabriela Margareth Warouw, pindahan dari Surabaya. Aku akan sekolah disini selama 1 bulan, jadi mohon bantuannya" kataku sambil membungkukan badan.
"Baik kamu bisa duduk di sebelah Veranda"
Aku berjalan menuju kursi seorang siswi bernama Veranda. Jessica Veranda katanya.
"Hai Gabriela! Aku Jessica Veranda, panggil Ve aja, soalnya ada satu Jessica lagi di kelas ini" katanya. Sepertinya dia anak yang ramah.
"Hai Ve. Panggil aku Gaby aja" kataku sambil tersenyum.
"Di sini aku paling deket sama Melody dan Shanju. Semoga kamu bisa dekat dengan kami ya" katanya lagi.
Benar saja. Saat istirahat aku memilih ikut rombongannya Ve. Ve orangnya baik dan stylenya keren. Aku sedikit heran dengan Melody yang seperti punya banyak fans disekolah. Shanju orang yang paling dekat dengan Melody, sepertinya sahabat sejak kecil. Dan kudengar ada sepupu Melody bernama Frieska dikelas B.
"Hai Gab!" sapa seorang laki-laki yang dari gayanya sepertinya mengenalku.
"Hai, kamu siapa ya?" tanyaku.
"Sudah kuduga kamu pasti melupakanku. Anak laki-laki gemuk pendek dan cengeng yang selalu jadi bahan tertawaan satu kelas" katanya.
Jangan-jangan dia...
"Jangan bilang kamu adalah Fredy? Ternyata kamu pindah ke Jakarta waktu itu adalah ke sekolah ini..." kataku.
Dia pasti Fredy. Gak salah lagi. Dulu dia cengeng banget, gendut dan pendek pula. Sekarang dia sangat berubah. Tinggi, ideal dan gayanya cool pula. Ternyata hidup di Jakarta membuatnya berubah juga.
"Iya Gab. Dulu kan kelas 3 aku pindah. Dulu cuma kamu yang mau berteman sama aku. Makasih banget ya Gab. Di Jakarta, aku berubah karena pengaruh pergaulan yang lebih keras. Untungnya aku gk sampai berbuat negatif" katanya lagi.
"Gak nyangka bisa ketemu disini! Sekolah ini ajaib banget" kataku.
"Memang iya. Sekolah ini penuh kenangan dan makna bagi setiap siswa-siswinya" katanya lagi.
Ternyata meski gaya dan fisiknya berubah, sifat baiknya masih ada. Dulu cuma aku sahabat dia, aku masih ingat saat aku nangis seharian karena dia pindah ke Jakarta. Aku kasih dia gantungan lumba-lumba biru, masih disimpen gak ya? Tapi, aku juga hanya sementara disini. Berarti, nanti akulah yang akan meninggalkannya.
"Gaby, kamu kenal Fred kelas C?" tanya Ve.
"Sama-sama orang Surabaya hehe" kataku.
"Kamu tau gak? Dia itu jago basket loh!" kata Shanju.
"Ceritain masa kecil kamu sama dia dong" kata Ve lagi.
"Biarkan itu jadi rahasia kami dan Surabaya aja deh ya" kataku sambil tertawa.
"Kamu anak baru ya?" tanya seorang gadis berwajah jutek yang tiba-tiba saja muncul.
"Iya Tamara, dia ini murid pertukaran dari Surabaya" sahut Melody.
"Oh, kalian hati-hati aja, biasanya anak baru yang sok diem yang bisa menghanyutkan" katanya lagi. Maksudnya apa, ya?
"Justru kami yang harus hati-hati akan kata-katamu Tam" kata Shanju.
Gadis yang bernama Tamara itupun pergi. Bel masuk pun berbunyi. Kami berhenti dari jam istirahat kami dan langsung melanjutkan pelajaran.
Pulang sekolah, kulihat Tamara, Ve, Melody dan Shania sedang bercakap-cakap rahasia. Apa yang mereka bicarakan ya? Ya sudahlah, aku pulang saja.
Esoknya, aku masuk kekelas dan mulai menyapa Ve, Melody dan Shania yang memang hanya mereka yang kukenal.
"Hai kalian" kataku tersenyum.
Tapi, mereka bertiga malah pergi begitu saja. Kenapa ya?
Saat istirahat, aku curhat masalah itu ke Fredy.
"Mungkin mereka lagi gak mood aja kali" kata si Fredy.
"Tapi aku merasa jadi dicuekkin sama mereka. Apa yang salah ya?" kataku lagi.
Tamara pun mendekatiku. Melihat Tamara, Fredy langsung pergi.
"Mereka gak deketin kamu karena kamu dianggap anak kampung sama mereka" kata Tamara.
"Masa sih? Perasaan kemarin-kemarin mereka baik sama aku" kataku.
"Itu cuma topeng. Mereka jahat tau. Mereka semua anak-anak sok pinter" katanya lagi.
Hah? Masa sih?
Tapi aku gak percaya gitu aja. Jadi pulang sekolah, aku menemui Ve, Melody dan Shania.
"Ve, Melody, Shania, aku ada salah ya? Ada apa?" aku memberanikan diri untuk bertanya.
"Kamu gak tau atau pura-pura gak tau?" kata Ve.
"Maksud kalian apa? Aku gak ngerti"
"Kamu ngomongin kita yang jelek di depan Tamara. Padahal kita udh belain kamu di depan Tamara. Tapi kamu malah bilang kita sombong dan sok keren. Maksudnya apa?" kata Melody.
"Aku sama sekali gak ngomong gitu! Malah Tamara bilang kalian ngomongin aku anak kampung" kataku.
"Kamu mau memutarbalikan fakta?" kata Shania.
"Kalian seharusnya jangan tertipu dengan Tamara" kata lelaki yang tiba-tiba saja muncul dibelakang kami. Dia adalah...
"Kamu tau apa, Fredy?" tanya Ve.
"Aku teman lama Gaby. Aku tau gimana dia" katanya.
"Kalian kayak gak tau Tamara aja. Tamara kan terkenal paling licik di angkatan kita" kata Fredy lagi.
"Bener juga ya" kata Ve.
"Kita terlalu termakan omongannya yang gak bener" kata Melody.
"Maafin kita ya Gaby" kata Shania.
"Iya gak apa-apa kok" kataku. Untunglah masalah kami selesai.
Esoknya kami berteman seperti biasa. Tamara pun sudah tak mengusik kita lagi.
"Hey Gab. Pulang sekolah ke Lawson dulu yuk" kata Fredy.
"Buat apa?" tanyaku.
"Gak apa-apa kok. Pokoknya ikut aja. Nanti aku yang traktir deh" katanya lagi.
Pulangnya kami langsung ke Lawson. Tiba-tiba Ve, Melody dan Shanju muncul dengan kue tart yang agak gede. Ada apa ini?
"Selalu seperti dulu, melupakan hari ulang tahunmu. Happy birthday, Gaby" kata Fredy.
Hah? Ini hari ulang tahunku? Aku lupa!
"Happy birthday Gaby!" teriak 3 temanku serempak.
Kami pun merayakan ulang tahunku di Lawson. Gak nyangka, ternyata sekolah ini benar-benar ajaib.
Saat kulihat kuenya, ada patung bentuk lumba-lumba, jangan-jangan...
"Masih inget gantungan ini?" kata Fredy.
"Inget banget kalau yang ini mah!" kataku senang.
Seperti ada kertas terselip di perut lumba-lumba itu, coba kubaca isinya...
I love you, my childhood friend...
Loh? Apaan ini?
"Ini dari siapa?" kataku heran.
"Dari aku" kata Fredy sambil tersenyum.
Wow! Beneran nih?
"Gimana Gab? Sebelah tangan atau dua belah tangan nih?" kata Ve sambil nada meledek.
"Bahasa macam apa itu Veeee" kata Melody.
"Mungkin dua belah tangan" kataku.
"ASIIIKKK! PEJE!" teriak 3 temen cewekku serempak.
3 minggu kemudian...
"Anak-anak, hari ini adalah hari terakhir pertukaran pelajar kita. Sonya akan kembali kesini dan Gaby akan kembali ke Surabaya" kata pak guru.
"Hah?" kata Ve.
"Yah Gaby..." kata Melody.
"Maaf ya temen-temen aku harus ninggalin kalian" kataku sembari berusaha tersenyum.
Pulang sekolah, aku bertemu Fredy.
"Gaby, kamu akan kembali ke Surabaya?" katanya.
"Iya, untuk sementara kita LDR. Jangan nakal-nakal ya!" kataku sambil bercanda untuk melupakan kesedihan.
"Kamu yang harusnya jaga diri. Eh, maksud kamu sementara?" katanya.
"Aku memutuskan untuk kuliah di Jakarta. Jadi, kamu bisa kan tunggu, 1 setengah tahun lagi?" kataku.
"Aku rela menunggu berapa tahunpun. Karena saat kita menunggu dan berhasil bertemu lagi, senangnya akan berlipat ganda" katanya.
Kami pun berpelukan sebentar. Lalu aku pulang dan membereskan semua barangku untuk kembali ke Surabaya.
Terimakasih semuanya. Terima kasih SMA48, kalian semua memang ajaib...

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.