FF : JKT48 Love Shania Part 1
Matahari di siang
itu terasa terik sekali, hari itu aku berniat untuk jalan jalan ketaman dengan
papan skateboard ku, untuk menghibur diri sebelum akhirnya masuk sekolah.
Ketika asik jalan jalan di taman aku terpana kepada seorang wanita yang sedang
duduk di taman itu, dia terlihat cantik, dengan senyuman yang indah, wajah yang
manis, aku mencoba mendatanginya untuk berkenalan.
“Hei boleh aku
duduk disini?” Tanya ku dengan senyuman kecil.
“oh ya boleh silahkan” jawab wanita itu dengan senyuman yang mempesona yang
membuat aku terpana.
“lagi nunggu sesuatu?” Tanya ku, aku memang terkenal dengan suka berteman
dengan siapa saja, sampai orang gila pun aku temani *oke balik ke KTP eh salah
PKT salah lagi TKP nah baru betul*
“iya nih lagi nunggu jemputan, tapi aku masih ingin berlama lama disini karena
tempat ini indah dan sejuk” ujar wanita tersebut dengan penuh senyuman yang
membuat ku mau mimisan.
“iya sih memang indah. Oh ya kita belum kenalan, aku Rendy” dengan tampang sok
asik aku pun mengajak wanita itu berkenalan.
“aku Shania. Oh ya aku udh di jemputin nih ren aku pulang dulu ya” ujar Shania
yang menuju kearah mobilnya.
“oh ya dah, kalo mau ngomong lebih lanjut besok kesini lagi ya jam 3 sore” kata
ku sambil teriak dan berharap Shania mau datang ke taman ini lagi besok.
Shania hanya membalas dengan senyuman, entah aku tidak tau itu dia mau atau
tidak.
Hari semakin senja aku pun langsng pulang kerumah, sesampainya di rumah aku pun
langsung bergegas ke membersihkan diri setelah itu makan malam, sehabis makan
malam aku pun berbaring di kamar ku “wah Shania itu cantik juga ya kalo di
pikir pikir apa lagi kalo senyum wah cantik amat dah, tapi besok Shania mau gk
ya datang ke taman lagi, ah paling datang lagi kok.” Ujarku sambil menghayal
muka Shania yang cantik tadi, tiba tiba aku teringat “kenapa tadi aku gk minta
nomor hpnya”. “POKOKNYA BESOK HARUS MINTA NOMOR HP SHANIA!!” teriak ku sekeras
mungkin
“Oy Ren berisik!!” teriak kakak ku dari bawah.
“ oh ya kak maaf. Hehehe..”
Malam makin larut aku pun beristirahat dan berdoa supaya Shania besok datang ke
taman.
Akhirnya Matahari terbit aku pun bergegas untuk bangun dari tempat tidurku
tidak lupa aku membereskan tempat tidurku, setelah itu aku langsung
membersihkan diri, dan setelah itu sarapan,
“ngomong ngomong Shania sarapan gk ya pagi ini, semoga saja sarapan deh”
sehabis sarapan aku bosen dan langsung menuju laptop ku untuk bermain game di
laptop, gk terasa sudah jam 2 siang ia pun langsung bersiap siap untuk pergi ke
taman, sesampainya di taman “wah Shania kayaknya gk datang deh padahal ini kan
jam 2, tungguin aja deh sekalian main skateboard” ucap ku, tak lama aku main
skateboard ada wanita datang dari depan ku dan ternyata itu Shania “wah ternyata
dia datang, dia juga cantik hari ini seperti kemarin” ucap ku di dalam hati.
“hey Ren udh lama nunggu?” Tanya Shania dengan senyuman yg indah.
“gk kok baru aja aku datang. Duduk dulu ya Shan” ucap ku sambil mengajak dia
duduk.
“ayo!” kata Shania masih dengan senyumannya.
Kami pun duduk untuk melihat pemandangan indah di sekitar taman.
“oh ya shan kamu masih sekolah kah?” Tanya ku
“ya lah masa masih muda gini kok. Sebenarnya sih aku ini pindahan dari solo,
baru berapa minggu”
“wah ternyata kamu anak baru ya, memang kamu kelas berapa?” Tanya ku
“aku kelas XI SMA, dan sampai sekarang aku masih gk tau tuh masuk sekolah mana
kata ayah ku sih itu kejutan” kata Shania yang sangat senang.
“wah sama dong aku juga kelas XI SMA, kamu masuk hari apa? Kalo aku sih besok
udh masuk”
“iya aku juga besok nih, ya semoga besok aku masuk sekolah terbaik deh”
“oh ya kamu laper gk?” tanya ku sambil memegang perut.
“lumayan sih, kamu mau makan apa? Tu ada banyak ntar aku yang pesani deh” tawar
Shania.
“kok kamu jadi yang repot. Kan aku yang mau makan, kamu mau makan apa?” aku pun
menawarnya balik.
“bakso aja deh, yang itu” kata Shania. Sambil menunjuk ketukang bakso yang di
dekat air mancur itu.
“oh itu, bentar ya aku beliin dulu” kata ku sambil jalan meninggalkan Shania.
“bang baksonya satu sama sotonya satu minumnya es teh ya bang ntar antar.
kesana yaa?” kata ku sambil menunjuk tempat duduk ku bersama Shania.
Aku pun kembali ke tempat duduk ku bersama Shania.
“sudah di pesan kah makanannya?” tanya Shania.
“sudah kok tunggu aja bentar” ucap ku.
Dan gk lama tukang bakso itu pun datang. Dan membawa pesanan yang ku pesan
tadi.
“nih mas pesanannya” kata tukang bakso tadi.
“oh ya makasih bang” ucap ku dan tukang bakso itu kembali ke gerobaknya.
“makan dulu shan” tawar ku.
“eh iya ren”
Kita pun makan pesanan yang tadi di pesan dengan lahapnya
“heh kita mutar mutar taman yok” ajak Shania, entah mengapa kok disini Shania
kayaknya mulai akrab sama aku, padahal kenal aku aja baru kemarin.
‘e-eh” kata ku sedikit terpatah patah.
“ayok sudah” Shania pun menarik ku. Dan aku hanya bisa pasrah.
Pemandangan di taman saat itu benar benar indah, bunga bunga bermekaran, aku
pun melihat Shania yang mukanya senang seperti itu, hati ku terasa adem banget,
entah kenapa kok aku merasa nyaman sama dia.
Dia pun menoleh ku, dan aku langsung salah tingkah.
“liatin siapa kamu ren? Liat aku ya” kata Shania.
“ e-eh gk kok, pede amat sih” kata ku, dengan sedikit gugup.
“tapi kok gugup gitu, hayooo mau bohong ni ya” kata Shania yang mulai sirik.
“mana ada kok, eh ngomong ngomong indah ya” kata ku dengan mengalihkan
pembicaraan.
“iya nih indah banget, semoga keindahan ini tidak berlalu cepat” kata Shania
sambil memandangin taman itu.
“aku sih maunya, semoga bisa terus jalan bedua sama kamu” ucap ku dalam hati
sambil melamun.
Shania pun melambaikan tangannya kepada ku “melamuni apa tuh” kata Shania yang
mulai sirik lagi.
“e-eh gk kok, gpp” kata ku dengan terpatah patah.
“oh ya, kok kamu bisa mau nerima ajakan ku kemarin untuk ketemuan disini lagi,
padahal kan kita belum kenal 1 sama lain?” tanya ku kepada Shania.
“emm ya aku merasa beda aja, kamu sama orang lain, dari cara mu ngomong saja
beda dengan yang lainnya, makanya aku pingin kenalan lebih jauh sama kamu” kata
Shania.
“wow kata kata shania sangat menyentuh sekali heh. Ternyata dia dewasa juga ya”
kata ku di dalam hati.
“Hahaha jangan memuji gitu dong jadi malu aku.” Kata ku sambil menggaruk garuk
kepala.
“hehehe.. aku gk muji kok kenyataan” kata Shania sambil tersenyum
Mereka pun bercengkraman dengan asiknya tanpa mereka sadari Matahari mulai
terbenam, dan Shania pun di jemput oleh ayahnya dengan mobil.
“wah aku udh di jemput nih aku pulang dulu ya” ucap Shania berpamitan dengan
ku.
“oke, eh bentar aku boleh minta nomor mu gk” bujuk ku untuk meminta nomor bidadari.
“boleh deh
catet ya” ucap Shania.
Aku pun mencatat angka demi angka yg di sebutin oleh bidadari itu
“oke thanks ya” ucap ku
“iya, dadah aku pulang dulu ya” Shania melambaikan tangannya dan senyuman
indahnya itu.
“iya dadah” aku pun melambaikan tangan juga dan membalas senyuman itu.
Dan mobil Shania perlahan lahan meniggalkan taman.. aku pun langsung membayar
makanan yang tadi ku pesan dan aku pun pulang sesampai di rumah aku pun
langsung membersihkan diri dan tidak lupa makan malam.
Aku pun berbaring di kasur ku “Shania lagi apa ya, ku telfon aja ah”
Tuuutt tuuuutt ttuuuut
“halo ini dengan siapa?” Tanya wanita yang suaranya indah sekali lebih indah
dari yang asli..
“ini aku shan, Rendy.. ganggu ya?” Tanya ku
“oh Rendy, gk kok ren, oh ya kamu lagi ngapain nih”
“lagi mikirin kamu” ucap ku
“ih dasar gombal” jawab Shania dengan suara kayaknya lagi senang nih.
“heheheh memang kok, kamu sendiri memang lagi ngapain?” Tanya ku yang mulai
akrab sama Shania.
“lagi dengar lagu AKB48 nih. Judulnya Kimi ni au tabi koi wo suru, pernah
dengar gk tuh bagus loh” kata Shania yang mencoba meyakinkan aku.
“kalo AKB48 mah aku tau tapi aku gk pernah dengar lagu lagunya ntar deh aku
cari” kata ku sambil berjalan menuju laptop ku untuk mencari lagu lagu AKB48,
dulunya sih aku gk pernah dengar tuh lagu lagu AKB48, tapi sekaarang aku
mencoba untuk mencari lagu lagu tentang AKB48 siapa tau kalo aku tau tentang
AKB48 shania jadi suka aku.
“oh ya ren, kamu skateboarder kah, kok ku lihat tadi kamu main skateboard
sebelum aku datang tadi di taman?” Tanya Shania, aku bingung kok tumben ada
cewek yang tanya aku, apakah aku seorang skater.
“e-emang kenapa?” Tanya ku yang terpatah patah.
“gpp sih, Cuma mau tanya. Jadi apa nih jawabannya?” kata Shania.
“ya aku seorang skater” kata ku dengan tenang.
“Pernah ikut lomba kah?”
“Pernah, nasional maupun internasional”
“Wah hebat dong, lain kali kalo kamu ada tournament di jepang, aku boleh ikut
dong, soalnya aku pingin banget nih ke jepang” kata Shania kayaknya
bersemangat. “Memangnya kamu gk pernah ke jepang?” tanya ku.
“iya aku dari kecil pingin banget ke jepang, yah itu salah satu cita cita ku?”
kata Shania
“memang cita cita mu apa aja shan?” tanya ku.
“cita cita ku, emm jadi psikolog dan ibu rumah tangga yang bekerja”
“wah psikolog, keren tuh kayak, jadi enak tuh aku kalo ada masalah ntar sama
kamu aja hehehe” kata ku sambil ketawa.
“hehehe boleh juga tuh. Kalo kamu sendiri jadi apa memang?”
“kalo aku sih jadi sktater terkenal dunia” Kata rendy.
Obrolan kami hingga larut malam, dan akhirnya pembicaraan kita terhenti karena
aku dan Shania besok harus sekolah.
Ke esokan harinya aku harus masuk sekolah, aku pun bangun dan langsung
menpersiapkan diri untuk sekolah.. sesampainya aku kesekolah anak anak kelas XI
pada ramai melihat papan mading karena pengumuman untuk kelas apa yg akan
meraka masukin aku senang karena aku masuk XI IPA I, akhirnya usaha keras ku
terbayar tuntas untuk masuk kelas idaman. Aku pun satu kelas dengan sahabat ku
dari SMP yaitu Ridwan. Kelas pun memulai pelajaran di hari pertama dan ternyata
ada anak baru yang pindahan dan aku pun kaget melihat orang itu.
~BERSAMBUNG~
About Me
Daftar isi / Blog Archive
-
▼
2013
(27)
-
▼
October
(27)
- CERPEN : Bertepuk Sebelah Tangan
- CERPEN : My Best Friend
- CERPEN : Mencuri Puding
- PUISI CINTA : Bidadari Tanpa Sayap
- PUISI CINTA : Pilihan
- PUISI CINTA : Cinta Yang Tak Pasti
- PUISI CINTA : Cinta Itu Ikhlas
- PUISI CINTA : Dibawah Langit Biru
- PUISI CINTA : Cinta Sejati
- PUISI CINTA : Rasa Rindu Merasuk Jiwa
- PUISI CINTA : Hati Yang Sunyi
- FF : JKT48 Love Shania Part 2
- FF : JKT48 Love Shania Part 1
- FF : JKT48 Love Book Jeje
- FF : JKT48 Love Book Haruka
- FF : JKT48 Love Book Gaby
- FF : JKT48 Love Book Frieska
- FF : JKT48 Love Book Kinal
- FF : JKT48 Love Book Cigull
- FF : JKT48 Love Book Beby
- FF : JKT48 Love Book Ayana
- FF : JKT48 Love Book Akicha
- CERPEN : Menjemput Impian
- CERPEN : Move On !
- CERPEN : Tidak tau cara naik Lift !
- CERPEN : Nasib Anak Kost
- CERPEN : Maafkan Aku Ibu :'(
-
▼
October
(27)

0 comments:
Post a Comment