FF : JKT48 Love Shania Part 2
Bu ratna pun
mulai memperkenalkan murid baru itu.
“oke anak anak, ini ada murid baru dari solo, silahkan perkenalkan nama mu
nak” ucap ibu ratna yang saat itu sedang mengajarkan pelajaran fisika.
“hallo teman teman nama saya Shania Junianatha. Salam kenal semua” ucap
wanita itu dengan senyuman. Aku punya hanya benggong cewek yang bersama ku
di taman kemarin ternyata satu sekolah sama aku dan satu kelas pula, betapa
senangnya aku.
“oh ya itu kamu duduk di situ saja ya karena cuma di situ yang kosong” pinta
ibu Ratna yang menunjuk kursi di sebelah ku. Dan sontak aku kaget ternyata
Shania duduk samping ku. Betapa senangnya aku duduk samping bidadari cantik
seperti dia.
“ya bu terima kasih” balas Shania dengan senyuman. Dan dia pun
duduk di samping aku. Sontak aku pun merasa senang duduk di samping Shania
takutnya sih aku gk konsen karena mendengin dia mulu.
“eh Shania ternyata kamu masuk sekolah disini ya. atau jangan jangan kamu cari
biodata aku terus kamu suruh ayah kamu masuk sekolah sama aku biar ketemu aku
terus kan” sahut aku dengan pede.
“ih kamu mana ada tau aku kan di suruh ayah ku bukan aku yang mau..geer ni
yee” jawab Shania dengan muka merah.
“tapi kok mukanya merah tu ciiee” jawab ku dengan ketawa kecil.
“hiih mana ada tu loh” jawab Shania dengan muka malunya dan dia
mencibut ku.
“aduh sakit nih” kata ku dengan menjerit kesakitan, ternyata
percakapan ku di lihat oleh ridwan karena dia sendiri di belakang ku.
“ciiieee Rendy mulai modus dengan anak baru ni yeee!” kata ridwan
dengan suara di kerasin biar anak anak sekelas dengar. Sontak anak anak
sekelas lihat ke arahku dan Shania. “ciieeee Rendy mulai PDKT dengan shania ni
yeee!” anak sekelas semua serentak untuk mengolok ku dengan suara
nyaring , so pasti aku dan Shania malu banget sampai salting.
Dan pelajaran kembali seperti semula.
Tidak terasa jam menunjukan pukul 13:00 waktunya pulang.
“ayo shan, kita pulang tuh yang lain udah pulang loh kita aja belum nih!” kata
ku sambil ngajak Shania pulang
“ayo dah, aku juga mau istirahat capek banget hari ini” kata Shania
dengan muka lesu kecapekan..“oh tuhan mengapa engkau biarkan bidadari
secantik ini turun ke bumi meski mukanya kecapekan tetap cantik banget ya
tuhan” ucap ku dalam hati. Sambil melamun, dan Shania pun bingung
kenapa aku melamun.
“oy kenapa melamun ntar di masukin setan loh!” ujar Shania sambil
melambaikan tangan ke muka ku
“eh iya nih aku melamuni kamu kok kamu cantik banget sih?” kata ku
sambil menggodanya.
“dasar mas gombal ni, memang hobinya gombal nih” kata Shania dengan
muka malu seiring dengan dia mencubit tangan ku.
“aww sakit nih udh dua kali dalam hari ini loh kamu mencubit aku,kurang 1 lagi
biar kayak makanan sehari hari” kata ku dengan muka agak sedikit
kesakitan, biasa modus biar dapatkan hati Shania.
“hahaha.. aneh aneh aja kamu nih loh?” ucap Shania yang sedikit ketawa.
Aku dan Shania pun kedepan gerbang sekolah.
“oh ya shan kamu
pulang sama siapa?” Tanya ku dengan berharap bias mengantar Shania
pulang.
“gk tau nih, ayah ku lagi kerja nih” kata Shania sambil melihat mobil
yang melintas di depan pagar sekolah.
“gimana kalo bareng aku aja deh shan?” modus kembali berlanjut.
“emm gimana ya? Boleh deh kayaknya seru pulang bareng sama tukang gombal” kata
Shania dengan senyumnya yang indah itu.
“emm ya udh deh kalo yang ngolok orang cantik gpp deh asalkan bisa pulang
bareng” kata ku. Dan aku pun langsung mengambil motor ku di
parkiran dengan motor yang disain motor klasik.
“ayo naik shan ini helmnya” ucap ku sambil memberi helm kepada
Shania .
“unik juga ya helmnya kayak orangnya” kata Shania sambil senyum dan
menaiki motor ku.
“udah siap shan?”
“oke. Siap!!”.
Dan motor yang
kita naikin pun jalan, tiba tiba Shania memegang ku dengan eratnya “ wow enak
sekali ya di peluk sama Shania hangat, ya tuhan kalo iya jodoh ku jangan
pisahkan aku dengan dia ya tuhan” kata ku dalam hati.
Gk lama kendaraan yang kita naikin sampai di depan rumah Shania.
“terima kasih ya ren, udah mau ngantar pulang aku” kata Shania dengan
senyum.
“ya sama sama, eh kamu ada rencana gk besok sepulang sekolah?”.
“gk ada tuh, memang kenapa?” jawab Shania yang memasang muka bingung.
“besok aku mau beli buku nih temani ya” kata ku sambil membujuk Shania
untuk menemani ku besok.
“emm gimana ya, ya udah deh aku mau, aku juga mau cari buku nih. Ya udh aku
masuk dulu ya. Bye ”.. sambil melambaikan tangan ke arah ku.
Aku hanya membalasnya dengan senyum. Dan aku pun langsung menjalankan motor ku
dan perlahan lahan aku pergi meninggalkan rumah Shania.
Sesampai aku di rumah, aku pun langsung ganti baju dan berbaring di kasur ku,
aku pun membayangkan kejadian tadi. “wah seru sekali ya tadi sekolah, apa lagi
tadi duduk samping bidadari cantik heh, rasanya pingin cepat cepat sekolah lagi
besok”.
Aku pun langsung mengalihkan pandangan ku ke hp ku yang sedang bunyi “wah
tumben Shania nelfon nih ada apa ya? Kangen mungkin nih orang”. Kata ku
dengan pede. “halo ada apa shan?” Tanya ku “y ren, tadi kan ada tugas tuh
dari bu ratna, nah tugasnya tadi apa, aku lupa nyatat tadi” Ucap Shania
dengan suara panik.
“oh tugas bu
ratna, ini aku sebutin aja atau aku kerumah bidadari yang lagi nelfon aku ini?”.
“hiii dasar gombal. Ya sudah kerumah ku aja deh mas gombal” kata Shania
dengan suara malunya itu.
“oke aku akan kesana” dan seketika telfon di tutup Shania. Aku pun langsung
bergegas kerumah Shania dan tidak lupa aku membawa buku tugas dari bu ratna.
Pas sesampainya aku di rumah Shania ternyata ada ibunya Shania di depan
rumahnya
“Permisi tante ada Shanianya?”
“ada dia di dalam, duduk dulu dek, saya panggilkan dulu Shanianya” kata ibunya
Shania yang menyuruh ku duduk dan masuk ke dalam untuk memanggil Shania.
“Shania! Itu ada
teman mu di luar!”.
“iya bu”. Shania pun keluar rumah,
“wah Shania cantik juga ya meski pakai baju rumah” kata ku dengan suara
kecil
“apa tadi kata mu” ternyata Shania mendengar kata kata ku barusan.
“E-eh gpp kok, ini bukunya” dengan gugup sambil memberi kan buku tulis
ku.
“hehe oh ya, ntar ya aku bikinkan minum dulu,sekalian ambil buku tulis, ntar
dulu ya” Shania pun masuk kedalam. Aku pun hanya duduk sambil
memandangi di sekitar rumah Shania yang sejuk.
Tidak lama kemudian Shania datang membawa minuman dingin dan buku tulisnya
serta yang pasti polpen.
“eh maaf agak lama ya nunggunya ini minuman”.
“gk kok, gk lama oh ya thank’s ya tulis gih dulu”
“oke oke mas gombal”, dan langsung dia menulis tugas dari bu ratna.
Gk lama pun aku mengambil segelas minuman yang tadi di suguhkan oleh Shania.
“ehmm pait” kata ku yang melihat ke bawah, dan langsung aku liat ke
arah Shania.
“eh jadi manis
nih”..
“hii apaan sih
gombal”
“hiihhh
rasakan” Shania pun langsung mencubitku.
”hehehe aww,
untung gk sakit”
“mana ada pasti
sakit tuh”
“hahaha iya deh
iya sakitt, aduh sakit tolong ambulan ambulan aku sakit nih di cubit
Shania” .
“alay deh rendy,
ternyata rendy bukan tukang gombal aja ya tapi juga alay hahaha” Shania
pun tertawa.
“ya tuhan kapan
lagi aku bisa ketawa bareng orang yg ku cintai ini aku ingin selamanya begini,
aku ingin hanya maut yang bisa memisahkan kita berdua” ucap ku di dalam
hati..
Tak terasa sudah mulai senja aku pun bepamitan dengan Shania dan tentunya calon
mertua aku *hehehe*.
Sesampainya di rumah, aku pun langsung membersihkan tubuh ku dan tak lupa makan
malam, aku pun langsung menuju kamar dan niat ku menelfon Shania.
Tuuuuutttt tuuuut tuuuuuutttt
“Halo ada apa ren?”.
“Gpp kok.. ya lagi pengen denger suara bidadari nih. Oh ya bidadari ku lagi
ngapain nih”.
“ihh kamu memang tukang gombal nih, lagi mandangin bintang nih, memang kamu
sendiri kamu lagi ngapain?”
“lagi mandangin bulan juga nih dari jendela kamar, indah juga ya bulan
purnamanya?”
“iya nih terang benerang”.
“ya semoga hanya dia yang bisa menerangin malam malam ini” kata ku
dalam hati.
“eh kok diam sih, melamuni siapa hayoooo?”.
“e-eh gk kok, hehehe” kata ku nyegir sedikit.
Malam itu kita
mengobrol dengan becanda.
Tak terasa sudah larut malam kami pun tidur untuk kesekolah besok.
Ke esokan harinya aku pun langsung bergegas untuk sekolah. Sesampainya aku
kesekolah aku pun langsung masuk ke kelas untuk memulai hari hari seperti
biasa, dan tentunya sama bidadari cantik ku.
Tidak terasa sudah waktunya pulang.
“shan jadi gk nih kita ke toko buku?” Tanya ku sembari memasukan buku
buku ku ke dalam tas.
“tentu dong ren. Ayo kita berangkat” kata Shania sambil berdiri dan
menarik ku.
“oke oke” aku dan Shania pun langsung ke parkiran untuk mengambil motor ku itu.
Aku dan Shania pun berjalan ke salah satu mall, sesampainya di mall aku pun
langsung mencari tempat toko buku dan sesampai di toko buku aku pun
mencari buku yang aku inginkan.
“cari buku apa ren?”.
“emmm buku tetang skateboard nih” .
“ohh, ntar ya aku cari buku novel” kata Shania sambil meninggal kan aku.
Aku pun langsung mengambil buku yang ku lihat yang judulnya SKATEBOARD OF
LEGEND.
“wah ini kayaknya keren ini aja deh lumayan untuk menambah ke hebatan ku, dah
dapat susul Shania ah” aku pun langsung mendatangi Shania yang saat itu sedang
mencari novel. Ya biasa cewek sukanya novel novel cinta
“udah dapat shan” Tanya ku
”udah ni” sambil
menunjukan novelnya kepada ku judulnya lumayan aneh yaitu CINTA KITA SELALU
ABADI.
“cieee kayaknya
lagi jatuh cinta ni yee kok beli buku yang kayak gitu haahaha” ejek ku
ke Shania
“ih kamu apaan
sih, aku suka aja sih cerita cerita gini.. ya lumayan buat di baca baca” kata
Shaniasambil mandangin buku yang mau di beli..
“ ayo sudah kita
bayar” ajak ku
“ ayo dah”
jawab Shania dengan semangat.
“sini bukunya biar aku aja yang bayarin” kata ku sembari mau
membayarkan buku yang di beli.
“ah gk usah aku
aja yang bayar. Ntar meropatkan kamu lagi?” jawab Shania yang menolak.
“gk kok, ya sekali kali aku yang bayarkan” tawar ku
“yakin nih?” kata Shania yang meragukan ku.
“ya cantik aku aja yang bayarin ya” tawar ku dengan sedikit menggoda.
“hii dasar gombal ya udh deh, nih bukunya” kata Shania sambil
mengasih bukunya kepada ku.
Dan aku pun membayar buku yang kita beli sesudah itu pun kita keluar dari toko
buku, aku dan Shania pun keliling mall itu. Shania pun langsung menstopkan diri
di depan toko boneka
“eh coba liat” kata Shania sambil menarik ku
“apaan?”.
“itu bonekanya lucu ya?” Tanya Shania yang mulai gemes dengan boneka
itu.
“emm lucu? Memang kenapa mau beli?” Tanya ku dengan tampang sok keren.
“emmm iya sih, tapi aku gk bawa duit banyak, liat tu harganya mahal
amat?” kata Shania sambil cemberut.
“iya juga sih”
“ntar dulu ya ren, aku ke kamar mandi dulu” kata Shania yang berjalan
menuju toilet, yang kebetulan di samping toko boneka itu.
“kira kira kalo aku belikan boneka itu. Apa Shania suka ya?emm. ah belikan aja
deh, apa sih yang gk buat bidadari itu.” Aku pun ke dalam toko boneka itu dan
mengambil boneka yang tadi di inginkan Shania. Aku pun langsung membayarnya ke
kasir. Dan langsung keluar dari toko tersebut.
“hey maaf ya kalo lama?” kata Shania yang mukanya kayak
bersalah,
“e-eh gk kok” kata ku sambil mensembunyikan boneka itu di
belakang ku.
“apa itu yang di belakang mu?” kata Shania yang mencoba melihat
apa yang di belakang ku, tetapi aku mencoba menghindar.
“g-gk gk kok gpp” kata ku sambil takut ketahuan.
“emm ya udh” kata Shania sambil cemberut.
“e-eh jangan cemberut” kata ku sambil membujuk agar dia tidak marah.
“habis kamunya sih gitu” kata Shania yang masih cemberut.
“hehehehe, ini aku ada hadiah buat kamu” kata ku sambil mengasih boneka
yang tadi Shania inginkan.
“wah ini boneka yang ingin aku beli, makasih ya” kata Shania sambil
memeluk erat tubuh ku.
“e-e ya sama sama” aku pun membalas pelukan Shania tadi sungguh hangat
pelukannya.
“ya tuhan semoga pelukan ini yang pertama tadi bukan yang terakhir ya
tuhan” ucap ku dalam hati dan tersenyum.
Shania pun melepaskan pelukannya dan menangis haru. Aku pun langsung sigap
mengambil tissue dalam kantong ku dan langsung menghapus air mata wanita yang
ku cinta ini.
“jangan nangis. Ayo kita makan laper nih.” Kata ku sambil mengajak
Shania makan.
“ayok tapi jangan di sini di luar aja yok!” kata Shania yang menghapus
air matanya.
“ayo dah”.
Aku dan Shania pun berjalan ke parkiran. Dan langsung menjalankan motor ku
untuk mencari makan di luar, di tengah tengah perjalanan.
“makan di mana nih kita shan?” Tanya ku, yang masih konsen menyetir
motor ku ini.
“emmm tempat kita pertama bertemu aja yok?” kata Shania, dengan
gembira.
Aku pun senang
Shania sudah tidak menangis lagi.
“ayo dah tancap, pegangan ya”
Shania pun pegangan dengan eratnya,
“wah enak sekali pelukannya ini” ucap ku dalam hati.
Aku dan Shania pun sampai di taman pertama kita bertemu.
“eh situ aja yok makan bakso?” kata Shania yang menarik ku.
“e-eh iya iya” aku pun ikut aja. Karena pasrah sudah kalo sudah di
tarik bidadari satu ini.
“bang baksonya 2 ya. Sama minum es teh nya 1. Kamu minum apa ren?” kata
Shania yang menghadap ku.
“es teh juga deh biar so sweet jadinya sama” kata ku dengan merayu
Shania.
“hhiii dasar, ya sudah es tehnya 2 ya bang”.
“eh duduk di situ aja yuk dekat bunga bunga itu”. Kata ku sambil
menunjuk tempat pertama kita bertemu.
“ayok” kata Shania lagi lagi dia menarik ku.
Aku pun dan Shania duduk di tempat kita pertama bertemu.
“emm masih sejuk aja ya di sini. Semoga 20 tahun ke depan tetap sejuk” kata
Shania yang melihat sekeliling
“iya nih semoga tetap sejuk” kata ku yang juga melihat sekeliling,
Shania pun melihat es krim di dekat air mancur.
“eh ntar ya aku beli es krim ya tunggu di sini” kata Shania yang mulai
berjalan ke arah penjual es kirm.
Aku pun hanya duduk. Seketika aku pun melihat ada ranting ranting pohon
berjatuhan.
“wah ada ranting ranting tu. Boleh juga nih ku buat karya seni”. Kata
ku sambil menggambil satu persatu ranting pohon yang berjatuhan.
“cukup dah ini” kata ku sambil berjalan kembali ke kursi sambil memasukan
ranting rating pohon itu ke tas ku.
Gk lama abang baksonya datang sambil membawa bakso yang ku pesen tadi, dan
Shania pun datang
“makan baksonya dulu deh shan baru es krimnya” kata ku sambil
mengangkat bakso itu ke arah Shania.
“iya betul juga eskrimnya taruh sini aja dulu” kata Shania sambil
menaruh es krim itu di sampingnya.
Kami pun makan bakso dengan lahapnya. Dan hingga habis, kami pun langsung
memakan es krim itu takutnya ntar makin meleleh. Ketika makan es krim.
“shania Shania makan es krim tu jangan clemotan dong masa udah gede
clemotan” kata ku sambil geleng geleng kepala, dan mengambil
tissue di kantong ku tadi. Dan aku pun membersihkan mulu Shania yang blepotan
es krim itu.
“heheh maaf deh” kata Shania sambil nyengir.
Aku pun menyelesaikan makan es krim ku dan langsung mengembalikan mangkok dan
gelas ke abang tukang bakso, dan langsung membayar nya, dan aku pun kembali ke
tempat duduk ku bersama Shania.
“ayok shan pulang udh mulai gelap nih” ajak ku kepada Shania.
“ayok” kata Shania yang langsung berdiri.
Tidak lama kemudian Shania pun memegang tangan ku.
Aku pun merasa nyaman tangan ku di pegang Shania tidak ada rasa gugup atau apa.
Dan kita pun langsung ke tempat aku memparkirkan motor ku. Aku pun langsung
mengantarkan Shania pulang.
“makasih ya shan, sudah mau menemani ku mencari buku” kata ku sambil
melepaskan helm ku
“eh kenapa kamu yang berterima kasih, harusnya aku, soalnya kamu udah
membelikan aku boneka ini.”Kata Shania dengan senyum. “ oh ya aku masuk
dulu ya” kata Shania. Aku pun kaget tiba tiba Shania mencium pipi
ku. Aku hanya bisa melamun.”hati hati ya di jalan, ren” kata Shania sambil
masuk ke dalam rumahnya. Aku pun membalasnya dengan senyuman, tapi aku
masih merasa indahnya di cium oleh dia.
Aku pun langsung meninggalkan rumahnya Shania. Dan langsung menuju rumah.
Sesampainya di
rumah aku pun langsung melakukan pekerjaan ku seperti biasa. Ketika selesai aku
pun langsung ke kamar ku.
“wah di cium Shania tadi. Gk nyangka ya aku bisa di cium dia, enak sekali
sumpah deh” kata ku sambil berbaring. Soalnya ini pertama kalinya
aku di cium cewek. Soalnya aku sebelumnya belum pernah di cium.
“rendy ke bawah dulu ayah mau ngomong sama kamu sebentar!” kata ayah ku
dari bawah.
“ya pah rendy turun..” aku pun langsung ke bawah dan mendatangi ayah ku.
Aku kaget dengan berita dari ayah ku ini.
~BERSAMBUNG~
About Me
Daftar isi / Blog Archive
-
▼
2013
(27)
-
▼
October
(27)
- CERPEN : Bertepuk Sebelah Tangan
- CERPEN : My Best Friend
- CERPEN : Mencuri Puding
- PUISI CINTA : Bidadari Tanpa Sayap
- PUISI CINTA : Pilihan
- PUISI CINTA : Cinta Yang Tak Pasti
- PUISI CINTA : Cinta Itu Ikhlas
- PUISI CINTA : Dibawah Langit Biru
- PUISI CINTA : Cinta Sejati
- PUISI CINTA : Rasa Rindu Merasuk Jiwa
- PUISI CINTA : Hati Yang Sunyi
- FF : JKT48 Love Shania Part 2
- FF : JKT48 Love Shania Part 1
- FF : JKT48 Love Book Jeje
- FF : JKT48 Love Book Haruka
- FF : JKT48 Love Book Gaby
- FF : JKT48 Love Book Frieska
- FF : JKT48 Love Book Kinal
- FF : JKT48 Love Book Cigull
- FF : JKT48 Love Book Beby
- FF : JKT48 Love Book Ayana
- FF : JKT48 Love Book Akicha
- CERPEN : Menjemput Impian
- CERPEN : Move On !
- CERPEN : Tidak tau cara naik Lift !
- CERPEN : Nasib Anak Kost
- CERPEN : Maafkan Aku Ibu :'(
-
▼
October
(27)

0 comments:
Post a Comment